Kalimantan Diterpa Karhutla, Bagaimana Dampak Pariwisatanya?
By: Date: 28 September 2019 Categories: Uncategorized

KABUT asap menghalau sebagian wilayah Riau dan Kalimantan akibat kebakaran hutan dan lahan. Bencana ini diakibatkan kemarau panjang dan aktivitas pembakaran oleh pihak tak bertanggung jawab. Lantas, bagaimana kondisi pariwisata di sana?

Bupati Kabupaten Kotawaringin Barat Nurhidayah mengatakan, aktivitas pariwisata di sini tidak begitu terganggu. Terlebih penerbangan ke Pangkalan Bun tetap dibuka selama bencana kabut asap ini berlangsung. Ini menjadi barometer bagaimana kabupaten di Kalimantan Tengah tersebut aman.

Memang tidak dipungkiri Kotawaringin Barat sempat terpapar kabut asap di awal September. Namun, makin ke sini paparan kabut asapnya semakin menipis dan sekarang sudah tidak ada lagi.

Berdasar pantauan Okezone, kabupaten Kotawaringin Barat, tak berasap sama sekali. Udara di sini pun terbilang sejuk dengan sedikit berangin. Kondisi yang jauh dari bayangan orang, terlebih Kalimantan Tengah menjadi lokasi titik api terbesar di Pulau Kalimantan.

Pariwisata di Pangkalan Bun

“Alhamdulillah, semakin ke sini kabut asap semakin menipis. Di Kotawaringin Barat, hanya ada dua titik api yang sangat besar, yaitu di Kotawaringin Lama dan Kumai. Tapi, sampai sekarang titik api di sana terus menipis,” katanya pada Okezone di Taman Kota Manis, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Sabtu (28/9/2019).

Karenanya, ‘Sriwijaya Air Group pun mengadakan oRUNgutan Fun Run 5K’. Acara ini dikhususkan untuk pelari yang berjumlah sekitar 1.500 orang dari berbagai wilayah di Kalimantan juga Jawa.

Let’s block ads! (Why?)