Pidie Aceh KLB Penyakit Polio, Bunda Selvi: Jangan sampai Terjadi di Solo – Solopos.com
By: Date: 25 November 2022 Categories: berita kesehatan,Health,Health Info,kesehatan

SOLOPOS.COM – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Solo Selvi Ananda membantu pelayanan imunisasi di Gedung Olahraga Bulutangkis RW 012 Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Solo, Agustus lalu. (Istimewa/Dokumentasi Pemkot Solo)

Solopos.com, SOLO — Pemerintah menetapkan status kejadian luar biasa (KLB)  penyakit polio tingkat Kabupaten Pidie, Aceh, menyusul ditemukannya satu kasus polio tipe 2 yang menyerang seorang anak berusia 7 tahun.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Solo Selvi Ananda atau Bunda Selvi meminta semua pihak melakukan langkah antisipasi di Kota Solo. Ia berharap jangan sampai kasus polio terjadi di Kota Bengawan.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

“Pasti [upaya peningkatan kewaspadaan], nanti dari Dinas Kesehatan Kota Solo melakukan pengawasan, anak-anak mendapatkan imunisasi untuk kesehatan jangka panjang,” katanya saat ditemui Solopos.com di Kelurahan Bumi, Kecamatan Laweyan, Solo, Kamis (24/11/2022).

Menurut Selvi, PKK Kota Solo bersama Dinas Kesehatan Kota Solo telah melakukan kerja sama memberikan imunisasi polio di Kota Solo. Selvi membuka kegiatan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) di Gedung Olahraga Bulu Tangkis RW 012 Kelurahan Mojosongo, Agustus 2022 lalu.

BIAN adalah pemberian imunisasi tambahan campak, rubela. Serta melengkapi dosis imunisasi polio dan DPT – HB – Hib yang terlewat. Imunisasi diharapkan dapat mencegah kesakitan dan kecacatan akibat campak, polio, pertusis (batuk rejan), rubela, difteri, hepatitis B, pneumonia (radang paru), dan meningitis (radang selaput otak).

Baca Juga: Kemenkes: Indonesia Berisiko Tinggi Penyebaran Virus Polio

Sementara itu, sebanyak 415 kabupaten/kota di 30 provinsi di Indonesia masuk dalam kriteria risiko tinggi polio karena rendahnya imunisasi, termasuk Aceh. Untuk itu, pemerintah menggencarkan upaya imunisasi.

“Kalau melihat cakupan oral polio virus OPV dan IPV memang seluruh Indonesia rendah terutama saat Pandemi Covid-19,” kata Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Maxi Rein Rondonuwu melalui laman resmi Kementerian Kesehatan.

Pada awal November 2022 ditemukan satu kasus polio di Kabupaten Pidie, Aceh, berdasarkan penelusuran RT-PCR. Penemuan itu membuat Pemerintah Kabupaten Pidie menetapkan KLB polio.

Baca Juga: Kisah Panjang Polio di Indonesia dari Masa ke Masa

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris mendukung Kemenkes meningkatkan cakupan imunisasi anak-anak. “Kalau kita mendengarkan penjelasan dari teman-teman Kementerian Kesehatan, adanya satu kasus itu terjadi karena anak yang belum mendapatkan imunisasi,” jelas Charles melalui laman resmi DPR.

Charles mendesak Kemenkes menggencarkan imunisasi. Selain imunisasi polio, lanjutnya, pemerintah harus meningkatkan cakupan 13 imunisasi dasar lengkap lainnya. Hal itu mengingat imunisasi lengkap sangat penting untuk kesehatan dan perkembangan anak.