Menginap di Kamar Tempat Pembunuhan Perempuan di Amerika Serikat
By: Date: 30 September 2019 Categories: Home & Decor

Liputan6.com, Jakarta – Jika Anda pemberani dan suka dengan kisah-kisah hantu, ada kesempatan untuk mencoba menginap di sebuah kamar hotel di Amerika Serikat. Kamar itu sempat dihuni seorang perempuan yang tewas dibunuh kekasihnya yang cemburu.

Hotel bernama The Read House Hotel ini berada di Chattanooga, Tennessee, yang memiliki sejarah yang menyeramkan ini telah dibuka untuk umum untuk pertama kalinya setelah renovasi senilai 20 juta Euro, seperti dilansir dari The Sun, Senin, 30 September 2019.

Kamar bernomor 311 dikenal sebagai kamar Annalisa Netherly. Nama itu digunakan untuk mengingat penghuninya dengan berbagai fasilitas yang berada di ruangan itu. Perempuan itu hampir dipenggal di bak mandi oleh mantan kekasihnya. Meskipun, beberapa orang mengatakan perempuan itu mati bunuh diri karena cemburu.

Kamar hotel tersebut saat ini telah dibuka untuk pemesanan setiap Kamis pada 3, 10, 17, 24 Oktober dan malam Halloween untuk menginap satu malam. Tanggal terbatas itu menandai bahwa Kamar 311 hanya dibuka hanya pada tanggal tersebut.

Kamar itu adalah rumah bagi pembunuh legendaris pada 1920-an. Al Capone juga sempat menginap di kamar itu dalam perjalanannya ke pengadilan federal pengemplang pajak.

2 dari 3 halaman

Di Balik Kamar 311

Manajer umum Ken Merkel mengatakan dalam sebuah pernyataan kepada Forbes: “Setelah membaca semua akun Kamar 311 yang berhantu, kami tahu hal terbaik yang harus dilakukan adalah mengembalikan kamar itu agar Annalisa Netherly nyaman tanpa fasilitas modern,” katanya.

Pihak hotel mengatakan senang menyambut tamu baru. Kamar 311 terlihat dan terasa seperti kamar Annalisa pada 1920-an.

Di dalam kamar itu, ada radio AM yang tak berfungsi, clawfoot vintage tub, toilet, perabotan antik, dan lantai kayu keras yang tertekan seperti di awal abad ke-20, serta tanpa televisi.

Legenda di balik Kamar 311 mengklaim bahwa seorang wanita muda bernama Annalisa Netherly dibunuh secara brutal pada 1920. Ada kisah yang saling bertentangan tentang apa yang menyebabkan kematiannya.

Beberapa mengatakan ia adalah seorang pelacur dan dibunuh oleh kekasihnya yang cemburu. Ada juga yang mengatakan, ia bunuh diri setelah kekasihnya meninggalkannya demi wanita lain.

Mitos itu sekarang menyatakan bahwa ia menghantui ruangan itu. Ia tak suka dengan pria dan mereka yang merokok. Pengguna kamar itu sebelumnya melaporkan bahwa merasa seperti “diawasi” di dalam ruangan, serta suara keras sepanjang malam.

Biaya menginap di kamar tersebut mulai dari 666 dolar Amerika untuk semalam atau setara Rp9,4 juta. Biaya tersebut sudah termasuk parkir valet gratis, sebotol anggur, dua koktail Annalisa di Bar & Billiards Room.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Let’s block ads! (Why?)